Waspada Pungli dan Calo Simaksi Ilegal Gunung Gede Pangrango!

Istilah pungli (pungutan liar) sudah dikenal cukup luas oleh masyarakat sebagai suatu bentuk pelanggaran. Namun sayangnya, masih saja banyak masyarakat yang abai bahkan membiarkan perbuatan pungli tersebut.

Begitu pula yang terjadi di lingkungan sekitar objek wisata pendakian Gunung Gede Pangrango. Tak sedikit calon pendaki yang mengeluhkan telah menjadi korban punguntan liar oleh oknum yang berada di wilayah tersebut. Adapun wilayah yang banyak dilaporkan sebagai rawan pungli yaitu di salah satu jalan menuju basecamp pendakian di jalur Gunung Putri.

Selain ditemukan adanya laporan terkait pungli, objek wisata pendakian gunung Gede Pangango juga tidak lepas dari yang namanya calo. Jasa yang ditawarkan para oknum calo di lingkungan sekitar lokasi pendakian biasanya berupa pengurusan simaksi secara ilegal (simaksi tembak).

Praktik Pungli di Jalur Gn. Putri Gunung Gede Pangrango

Sebagaimana diketahui bahwa pendakian Gunung Gede Pangrango dapat diakses melalui 3 jalur yaitu jalur Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana. Adapun laporan praktik pungli ini terjadi di salah satu jalan menuju lokasi pendakian Gunung Gede Pangrango via Putri (Gn. Putri). Tepatnya disepanjang jalan yang melewati daerah Pasir Kampung sebelum sampai ke gapura Desa Sukatani.

Para oknum pelaku pungli ini biasanya mengincar para pendaki yang tidak berkelompok dan melewati jalan tersebut terutama pada malam hari. Kemudian akan meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan seperti uang keamanan (ronda).

Beberapa diantara mereka yang pernah menjadi korban pungli di wilayah tersebut mencurahkan kekecewaannya di akun-akun instagram pengelola basecamp Gunung Putri.

Pungli dan calo gede pangrango
Aduan korban pungli di instagram pengelola basecamp Gn. Putri

Seperti yang dikeluhkan akun intagram @muh_yahya03

Saya pas naik sendirian ke gede tgl 2 Juli hari jumat bawa MTR sekitar jam 12 MLM Sampe Gunung putri Sebelum yg banyak basecamp di berhentikan warga setempat sekiar 10 orangan dan di pintai uang 100rb dengan alasan untuk ronda warga.mao Gamao itu JD ngasih😢.pas sampe basecamp saya bilang ke pihak Bc klo td kena pungli kena 100rb pihak Bc bilang ‘yaudah a nnti kita bilang ke Pak RT sama Pak RW biar ga ke ulang’

Mimin sebagai salah satu kru pengelola basecamp di jalur Gunung Putri sangat menyayangkan atas kejadian ini. Perilaku oknum tersebut selain sangat meresahkan para pengunjung, juga dapat memberikan citra negatif terhadap wisata pendakian Gunung Gede Pangrango khususnya jalur Gn. Putri.

Langkah Penertiban Praktik Pungli

Untuk melakukan pencegahan agar kejadian tersebut tidak perlu terjadi lagi dikemudian hari. Para pengelola basecamp di jalur Gn. Putri bekerja sama dengan aparat setempat untuk menindaklanjuti kasus ini agar dapat di teruskan ke “pihak yang berwajib”.

Kami tengah berkoordinasi dengan Babinsa & Rt/Rw setempat dan Satgas Polhut TNGGP terkait praktik-praktik yang meresahkan tesebut. Dengan dilakukannya koordinasi ini, diharapkan praktik pungli tersebut dapat segera ditertibkan.

Bagi para pengunjung yang menjadi korban pungli pada saat menuju lokasi pendakian, harap untuk tidak memberikan uang sepeserpun kepada para oknum pelaku. Jangan takut untuk melapor kepada aparat setempat ataupun pihak basecamp agar dapat dilakukan follow up.

Apabila memungkinkan, lakukan dokumentasi seperti foto/video ketika melihat atau menjadi korban pungutan liar disekitar area wisata Gunung Gede Pangrango. Keberadaan bukti-bukti tersebut akan sangat membantu proses penertiban nantinya.

Jalan Alternatif Menuju Basecamp Gn. Putri

Meskipun upaya penertiban sedang dilakukan, namun dihimbau kepada seluruh pengunjung yang akan mengunjungi Basecamp jalur Gunung Putri agar menghidari mengambil jalan yang melewati daerah Pasir Kampung. Sebagai alternatif bisa mengambil jalan dari Pasar Cipanas yang berada di samping istana Kepresidenan agar terhindar dari gangguan oknum pelaku pungli.

Jalur alternatif bebas pungli
Jalan alternatif menuju basecamp Gn. Putri (Foto: Intagram @gedepangrango.ku)

Jalan alternatif tersebut berada di Perempatan Emas (Istana Cipanas, Kantor Pos, Pos 55 Polsek, Pasar Tradisional Cipanas). Ikuti jalan tersebut kemudian ambil jalur Barat arah Makam Pahlawan Cipanas. Selanjutnya ambil jalur kiri masuk ke Sindangsari, lurus masuk ke Tegalsapi/Kayumanis, melewati Kantor Desa Sukatani kemudian masuk wilayah Gunung Putri.

Calo Simaksi Ilegal Gunung Gede Pangrango

Keberadaan calo memang sulit ditebak, mereka bisa ada di mana-mana di terminal, pasar, lingkungan wisata, bahkan instansi-instansi pelayanan publik. Selain harus mewaspadai praktik pungli, para pendaki Gunung Gede Pangrango juga harus menghindari menggunakan jasa calo untuk memperoleh izin pendakian (Simaksi).

Mengenali Calo di Lokasi Pendakian Gunung Gede Pangrango

Para oknum calo ini biasanya beraksi disekitar lokasi jalur pendakian. Mereka bisa berada di gang-gang, warung-warung atau nongkrong-nongkrong di sepanjang jalan yang dilewati pendaki. Ketika mereka melihat target maka akan dihampiri, melakukan basa-basi yang pada akhirnya menawarkan jasa yang diantarnya pengurusan simaksi secara ilegal (simaksi tembak).

Calo simaksi gunung gede pangrango
Ilustrasi calo. (Foto: news.detik.com)

Biaya jasa pengurusan simaksi tembak ini bisa lebih mahal, namun pada saat sepi order mereka terkadang melakukan banting harga bahkan menjadi lebih murah dari harga simaksi resmi. Apabila harga jasa yang ditawarkan lebih murah dari simaksi resmi, memang sekilas terlihat menguntungkan. Namun perlu diketahui, bahwa para oknum calo ini seringkali “mengurus” izin pendakian tanpa melalui prosedur sebagaimana ditetapkan pihak TNGGP.

Risiko Menggunakan Simaksi Ilegal Pendakian Gunung Gede Pangrango

Simaksi yang tidak melalui prosedur yang ditetapkan pihak TNGGP maka statusnya menjadi ilegal. Adapun menggunakan simaksi ilegal sangat berisiko karena tidak akan dicover oleh asuransi pendakian dan layanan SAR (Search And Rescue) TNGGP.

Sehingga ketika terjadi kecelakaan atau musibah pada saat pendakian, pihak TNGGP akan kesulitan untuk melakukan pelacakan dan upaya pertolongan/penyelamatan karena pengguna simaksi ilegal tidak terdaftar secara administratif.

Sebagai informasi, pihak pengelola TNGGP menempatkan petugas untuk berpatroli di kawasan Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Apabila pendaki terbukti melakukan pendakian secara ilegal, maka bersiaplah digelandang petugas dan dikenai sanksi.

Ketentuan sanksi untuk para pendaki ilegal ini diatur dalam SK Kepala Balai Besar TNGGP No. SK.129/BBTNGGP/Tek.2/06/2020 tanggal 16 Juni 2020 tentang Pembinaan Kegiatan Pendakian terhadap Pendaki Tanpa Izin di TNGGP. Adapun sanksi yang diberikan bisa berupa membayar denda sebesar lima kali tiket pendakian, hingga sanksi kerja sosial memungut sampah di sepanjang jalur pendakian yang dilewati.

Namun bagi para pendaki ilegal yang tertangkap baru akan melakukan pendakian, maka akan diminta untuk turun dan mengurus pendakian secara legal. Simaksi calo hangus, bayar lagi untuk mengurus simaksi legal, tekor deh 😀

Menghindari Calo di Lokasi Pendakian Gunung Gede Pangrango

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari calo di lokasi pendakian Gunung Gede Pangrango diantaranya:

  1. Usahakan jalan berramai-ramai dengan kelompok, karena seringkali para calo akan merasa sungkan untuk menawari jasa kepada pendaki yang berkelompok
  2. Datang ke lokasi pendakian pada pagi atau siang hari, karena kebanyakan dari mereka pagi-siang istirahat dan “mencari mangsa” mulai sore hingga dini hari
  3. Apabila terlanjur dihampiri calo, katakan kalau sudah booking simaksi secara online dari website TNGGP dan sudah mendapatkan semua akomodasi yang dibutuhkan.
  4. Pada kondisi datang tidak berkelompok dan ada oknum calo menawarkan diri untuk mengantar dengan tujuan basecamp atau kemanapun itu, lebih baik menolak dengan sopan dan bilang akan dijemput oleh orang basecamp yang sudah janjian sebelumnya.

Membedakan Simaksi Legal dan Simaksi Ilegal

Simaksi legal dalam pengurusannya akan mengikuti prosedur TNGGP, begitupun pada saat penggunaan akan berdasarkan aturan pihak TNGGP. Sedangkan untuk simaksi ilegal seringkali “dikeluarkan” tanpa melalui prosedur yang disetujui TNGGP.

Terkait pengurusan, simaksi legal bisa didapatkan melalui web TNGGP (booking online) atau secara offline (booking on the spot) melalui koperasi yang ditunjuk TNGGP. Sedangkan simaksi ilegal bisa didapatkan (hampir tanpa syarat selain biaya jasa) melalui tangan-tangan oknum yang berkeliaran di sekitar lokasi pendakian.

Adapun dalam penggunaannya, pihak-pihak yang terkait dalam pengurusan simaksi secara legal akan mengikuti aturan operasional TNGGP. Apabila pihak TNGGP melakukan penutupan pendakian sementara, maka izin pendakian tidak dapat digunakan. Hingga adanya keputusan pihak TNGGP untuk membuka dan mengizinkan kembali aktifitas pendakian.

Lain halnya dengan simaksi yang didapat dari calo, mereka bisa saja tetap memberi izin untuk melakukan pendakian secara sembunyi-sembunyi pada kondisi pihak TNGGP menutup aktifitas pendakian sekalipun. Ini berbahaya karena jika terjadi kecelakaan pendakian akan sulit untuk diupayakan pertolongan. Belum lagi kalau tertangkap petugas bisa dikenai sanksi pendakian ilegal.

Cara Mendapatkan Simaksi Legal Gunung Gede Pangrango

Hindari jasa calo dan gunakan simaksi legal karena saat ini untuk mendapatkan simaksi legal caranya cukup mudah. Simaksi pendakian Gunung Gede Pangrango yang legal dapat diperoleh dengan cara mendaftar secara online melalui web TNGGP atau secara on the spot melalui koperasi yang ditunjuk TNGGP. Sebagai alternatif, bisa juga melalui jasa basecamp yang sudah terdaftar di koperasi.

Daftar Online via Web TNGGP

Cara mendaftar simaksi secara online melalui web TNGGP bisa mengikuti tutorial cara booking online pendakian Gunung Gede Pangrango. Pada artikel tersebut dibahas secara detail tentang bagaimana langkah-langkah untuk melakukan pendaftaran online simaksi pendakian Gunung Gede Pangrango.

On The Spot Melalui Koperasi

Namun apabila lebih memilih mengurus simaksi secara offline (on the spot) ketika sudah berada di jalur lokasi pendakian bisa mengurus simaksi melalui koperasi yang ditunjuk TNGGP.

Alternatif Melalui Basecamp

Alternatif lain untuk mengurus simaksi pendakian Gunung Gede Pangrango secara legal bisa melalui basecamp yang sudah terdaftar di koperasi TNGGP. Pengurusan simaksi melalui basecamp akan mengikuti prosedur TNGGP karena dilakukan di koperasi yang ada di lokasi pendakian. Sehingga simaksi yang diperoleh akan legal sebagaimana simaksi online via web TNGGP dan simaksi offline dari koperasi TNGGP.

Sebagai informasi, kami merupakan salah satu pengelola basecamp pendakian Gunung Gede Pangrango di jalur Gn. Putri yang sudah terdaftar di koperasi TNGGP. Apabila membutuhkan jasa basecamp kami untuk mengurus simaksi pendakian Gunung Gede Pangrango, bisa menghubungi kami. Booking bisa dilakukan secara online melalui kontak maupun secara offline ketika berada di basecamp kami.

Basecamp kami juga melayani jasa dan akomodasi pendakian Gunung Gede Pangrango seperti sewa penginapan, rental peralatan outdoor, jasa guide, jasa porter, sewa transport, selengkapnya silahkan menuju halaman Layanan dan Jasa.

5/5 - (2 votes)
BC GEPANG
BC GEPANG

Melayani jasa akomodasi pendakian gunung Gede Pangrango berupa penginapan, guide & porter, transport, rental perlengkapan dan paket pendakian. Informasi terkait layanan kami silahkan whatsapp 0838 2912 4177.